Misano - Valentino Rossi mengakui bahwa target
comeback yang realistis untuknya adalah di MotoGP Jepang. Pebalap Movistar Yamaha itu mengaku akan sulit untuk kembali di Aragon.
Rossi
saat ini tengah memulihkan diri setelah menjalani operasi pada pekan
lalu. Dia mengalami patah tulang tibia dan fibula di kaki kanannnya
akibat kecelakaan motocross.
Kondisi ini memaksa Rossi untuk
absen di MotoGP San Marino yang akan digelar pada akhir pekan ini.
Pebalap Italia itu akan berusaha keras agar bisa tampil di seri
berikutnya, yaitu MotoGP Aragon, pada 24 September mendatang.
Tapi, Rossi juga menyadari bahwa peluangnya untuk tampil di Aragon tidak besar. Oleh karena itu,
comeback di MotoGP Jepang pada 15 Oktober lebih realistis baginya.
Rossi
berkaca pada kejadian tujuh tahun silam, ketika dia mengalami patah
tulang akibat kecelakaan di Mugello. Ketika itu, dia butuh waktu sebulan
lebih untuk pulih dan membalap lagi.
"Sangat bergantung pada
kondisi kaki saya. Di kepala saya, saya memikirkan Motegi, tapi sulit
untuk membuat prediksi. Kita harus melihat bagaimana kondisi kaki saya,
bagaimana kaki saya bereaksi, apakah kami bisa sedikit memaksanya,
menggerakkannya, apakah itu membengkak, kita harus melihat bagaimana
kondisi saya," ujar Rossi di
GPOne.com."Terakhir kali
(setelah patah tulang pada 2010), saya kembali ke trek setelah 40 atau
41 hari dan dengan perkiraan waktu itu kami menatap Motegi," tambah
Rossi.
"Aragon jauh sebelum itu, karena itu akan digelar tiga
pekan setelah kecelakaan. Jadi, itu akan sangat sulit, tapi kami akan
berusaha. Setiap hari kami berusaha, kami bekerja, dan kita lihat saja,"
katanya.
Kondisi sekarang menyulitkan Rossi menjadi juara dunia MotoGP musim ini.
The Doctor
kini menempati posisi keempat di klasemen sementara dengan 157 poin,
tertinggal 26 poin dari Andrea Dovizioso yang berada di posisi teratas.